Umpasa Simalungun dan Sastra Indonesia

Umpasa dan Sastra Indonesia

Keberadaan sastra di Indonesia, khususnya sastra lisan sangat penting bagi sebuah bangsa, karena menjadi suatu cermin bangsa itu sendiri pada masa sekarang dan yang akan datang. Sastra juga tidak akan pernah lepas dari suatu kumpulan masyarakat, karena sastra lisan berdampingan dengan kehidupan masyarakat.

Sastra lisan sebagai salah satu kebudayaan yang harus diperhatikan keberadaannya. Sastra lisan sebagai kekayaan kebudayaan harus diperhatikan keberadaannya, sastra lisan tidak hanya berisi cerita Rakyat mite, legenda, seperti yang umum diduga tetapi juga mempunyai relevansi dengan hal lain yang menyangkutsistim kognitif kebudayaan (tol dan pudentia dalam adiwimarta dkk, 1997:333).

Menurut hutomo sastra lisan adalah kesusastraan yang mencakup ekspresi kesusastraan warga suatu kebudayaan yang disebarkan dan diturun temurunkan secara lisan atau dari mulut kemulut (1991:1). Adapun pendapat dari sastrowardoyo dkk menyebutkan bahwa sastra lisan berarti pengucapan yang langsung dan serta merta dari rakyat biasa yang merupakan lapisan bawah masyarakat, karena itu persamaan dan tema dapat ditemukan diantara sastra lisan yang berasal dari daerah yang berlainan (1983:3).

Dari penyebaran, sastra lisan disebarkan secara berangsur-angsur oleh masyarakat. Namun itu semakin lama semakin terkikis karena setiap keturunan yang diturunkan sebuah sastra lisan. Akan mengalami perubahan dan pengurangan, sehingga tak jarang arti yang disampaikan kian tahun semakin berkurang dan akhirnya hilang. Ini dapat kita lihat pada jaman sekarang, sastra lisan kini hanya tinggal secuil, ini disebapkan karena generasi-generasi muda yang diturunkan sudah tidak peduli dengan kekayaan budaya daerahnya sendiri.

Sastra lisan banyak tersebar diseluruh nusantara, salah satunya adalah Umpasa, yaitu suatu sastra lisan yang dipergunakan dalam masyarakat Simalungun, jika dibandingkan dengan karya sastra yang telah kita ketahui sejak SD (sekolah dasar) Umpasa ini hampir sama dengan Pantun Melayu. Umpasa sebenarnya tidak hanya ada di Batak Simalungun, tapi ada juga di daerah Batak Toba, namun dalam makalah ini Penulis mencoba memaparkan Umpasa dari Batak Simalungun, karena kedua–duanya sama saja. Penulis merumuskan perbedaan itu hanya perbedaan bahasa dan simbol-simbol Alam yang digunakan pada sampiran suatu Umpasa. Ini dikarenakan karena kondisi Alam atau lingkungan yang berbeda.

Daerah Simalungun memang sangat strategis, terletak diantara suku Batak Karo dan Batak Toba. Mungkin inilah yang menyebapkan bahasa Simalungun terkontaminasi dan terbagi menjadi dua, diantaranya bahasa Simalungun Atas dan Simalungun Bawah.

Sekarang penulis melanjutkan tentang Umpasa. Jika disebut Umpasa, mungkin banyak diantara kita bertanya-tanya “apa itu umpasa?” jika pertanyaan itu di tujukan kepada kalangan Mahasiswa khususnya jurusan bahasa dan sastra Indonesia, penulis pikir sama saja. Kebanyakan diantara kita belum mengetahui tentang apa itu Umpasa. Padahal Umpasa merupakan salah satu kekayaan Negri kita, dalam bidang sastra daerah.

Kenyataan itu bukan disebapkan karena masyarakat atau mahasiswa diluar Batak tidak memiliki rasa ingin tahu, tetapi kurangnya publikasi, kondifikasi dan penyelidikan atau penelitian yang dilakukan oleh para ahli dan masyarakat Batak itu sendiri.

Untuk lebih jelasnya mari kita melihat pembahasan berikutnya. Dalam pembahasan berikutnya penulis akan mencoba memaparkan Umpasa secara mendasar dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis.


0 Response to "Umpasa Simalungun dan Sastra Indonesia"

Post a Comment