Hidup Sebagai Anak-anak Terang

Hidup sebagai Anak-anak Terang

Dengan mengindahkan segalanya yang berasal dari Allah, maka hiduplah kita sebagai anak-anak terang. Hendaklah kita menjadi garam dan terang bagi seseama kita dan hidup dalam kasih seperti pada Injil Efesus 5 : 1 -2 ”Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan ciri-Nya untuk ita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Hendaknya dalam hidup baru kita mau ditempun dan dibentuk oleh Yesus Kristus. Demikian pula perkataan kotor, kosong dan sembrono di hilangkan dan diganti dengan ucapan-ucapan syukur karena ada tertulis tidak ada orang sundal, orang cemas, atau orang serakah, artinya pembah berhala yang mendapat bagian di dalam kerajaan Kristus dan Allah. Jadi, janganlah dengan perkataanmu orang menjadi sesat karen hal tersebut mendatangkan murka bagi Allah.

Hendaklah kita menjadi anak-anak terang, walaupun dahulu kita adalah kegelapan karena hanya dalam anak-anak terang berbuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Karena segala sesuatu yang telah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak karena semua yang nampak adalah terang. Oleh karena itu kita dikehendaki hidup agar tidak seperti orang babel, tetapi hidup seperti orang arif. Hendaklah kamu hidup dalam roh, senantiasalah ucapan syukur keluar dari mulutmu yang berasal dan dikehendaki oleh Tuhan kita Yesus Kristus dan hendaklah kita merendahkan diri satu sama lain di dalam takut akan Kristus.

Taat dan Kasih

Dalam Efesus dikatakan perintah penting, Efesus 6 : 1 ”Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Selain taat kepadaNya, Tuhan juga menginginkan agar kita taat kepada orang tua kita, karena bagaimanapun karenanyalah kita ada dan dapat hidup dan tumbuh bersama Tuhan. Selain taat, kita juga harus menghormati orangtua kita. Sebagai umat Allah yang baik sudah selayaknya kita menghormati orang tua, seperti bunyi hukum taurat yang kelima ”Hormatilah kedua orang tuamu agar engkau diberi umur yang panjang.”

Selain hidup taat, kita juga harus hidup dalam kasih. Kita mengisihi sesama kita bukan hanya semata-mata didepannya, tetapi kita harus mengasiani dia secara tulus. Bukan hanya untuk menyenangkan dirinya, tetapi juga untuk Tuhan Allah kita. Dan hendaklah kita menjadi pelayan bagi sesama, baik kepada Tuhan, tuan, ataupun hamba kita. Karena Efesus 6 : 8 ”Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba maupun orang merdeka, kalau ia sudah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. Jadi hendaklah kita menjadi hambanya yang taat dan penuh dengan kasih.

Tetaplah Kerajaan Keselamatan

Hendaklah dalam ketaatan dan kasih kita tetap mencari keselamatan. Janganlah kita terbuai oleh keselamatan yang telah kita dapat. Kita harus dapat menjaganya agar tiket keselamatan yang telah kita dapat tidak hilang. Hendaknya dalam kehidupan kita tidak pernah lelah atau bosan untuk mencari kebenaran. Dan janganlah dalam mencari keselamatan haus akan penghormatan orang lain, hendaknya hati kita serendah hati Tuhan Allah yang telah memberi kekuatan bagi kita.

Filipi 12 : 12 – 13 ”Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya.” hendaklah dengan ketidakadaan Allah Bapa kita semakin taat dan patuh di dalam kasih dan keselamatan yang telah dijanjikannya. Janganlah dimasa Dia tidak ada kita terjatuh, tetapi kita harus semakin kuat dalam menjalankan keselamatan tersebut.

Orang Kristen sejati dinyatakan selamat! Siapakah yang menyatakan kebenaran itu? Manusiakah ? Pendetakah ? Bukan ! Tuhan Allah sendiri !

Yesus berfirman, ”Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barang siap percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” (Yohanes 6 : 47). Sudahkah anda percaya kepada Yesus Kristus dan menerima Dia sebagai Juruselamat anda ? (Yohanes 1 : 12). Kalau sudah, bagaimanakah keadaan anda sekarang ? Sungguhkah anda yakin dan dapat berkata : Saya telah mempunyai hidup yang kekal ?

Seorang yang percaya dapat, bahkan harus yakin akan keselamatannya. Jikalau ia tidak yakin, ia sudah menganggap Allah pendusta (1 Yohanes 5 : 10). Dasar keyakinannya adalah satu saja: Firman Tuhan! Bacalah ayat-ayat yang berikut ini: Yohanes 5 : 25; 1 Yohanes 5 : 11 – 13. Janji Allah jelas sekali, bukan !

Contoh: Seorang anak yang sungguh dikasihi bapanya tidak ragu-ragu untuk mempercayai perkataan dan janji bapanya. Bapanya berjanji akan membelikan dia sebuah sepeda kalau anak itu lulus ujian. Sesungguhnyalah ia menerima sebuah sepeda setelah ia lulus. Begitu pula setiap orang Kristen sejati pasti mendapat hidup kekal dari Tuhan Allah, Bapa yang sempurna dan setia itu,yang telah menjanjikan kepadanya keselamatan dan hidup kekal. Ialah yang telah berjanji dan ”Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya” (1 Petrus 1 : 25). Keyakinan orang percaya akan keselamatannya merupakan harapan yang tidak sia-sia

Keyakinan ini tak dapat dimengerti oleh manusia biasa! Orang yang masih berusaha sendiri untuk memperoleh keselamatan, tidak mungkin memiliki keyakinan ini dalam hatinya ! Ia hanya dapat berkata: mudah-mudahan atau mungkin saya selamat! Ia hanya dapat berkata: mudah-mudahan atau mungkin saya selamat ! Hatinya masih penuh dengan keragu-raguan, karena ia takut jangan-jangan usahanya itu tidak memenuhi syarat Allah.

Akan tetapi Roh Allah bersaksi dalam hati orang Kristen sejati bahwa ia adalah anak Allah (Roma 8 : 16). Jadi keyakinan ini adalah berkat Tuhan dalam hatinya! Sebab itu, orang Kristen sejati tak boleh bersikap sombong. Dengan penuh kerendahan hati, ia mengucap syukur

Bagaimanakah kita bertumbuh?

Sebagai tanggapan terhadap pertanyaan ”Bagaimanakah Kita Bertumbuh?”, saya yakin Alkiyab menyajukan jawaban berupa empat hal yang perlu ditakutkan. Jika Anda membuat keempat hal ini menjadi bagian hidup Anda, Anda akan mulai mengalami perkembangan rohani yang baik.

Mempelajari Firman Allah

Hal pertama yang Andas lakuka adlah mempelajari Alkitab secara teratur dan sungguh-sungguh. Saya tidak melebih-lebihkan pentingnya langkah ini dalam proses pertumbuhan. Rasul Petrus berkata:

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni da yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan (1Petrus 2:2).

Menurut-Nya kita harus merindukan firman Allah sehingga kita dapt bertumbuh melalui firman-Nya. Setiap perintah yang tertulis dalam Alkitab, setipa peristiwa yang tertulis dalam Alkitab, seperti peristiwa dalam sejarah, setiap perkara nabu, Injil, dan surat-surat para rasul bermanfaat untuk menjadi petunjuk bagi kita dan bagi pertumbuhan ima Kristiani.

Alkitab membeberkan rencana, niat, dan hasrat kita yang paling dalam, Alkitab menunjukan dosa-dosa kita, Setelah mengetsahui dosa-dosa kita, maka kita harus menyingkirkan dosa-dosa dan menggantukanya dengan sesuatu yang baik, supaya bertumbuh menuju kedewasaan.

Menyediakan Waktu untuk Berdoa

Bagian kedua dari jawaban atas pertannyaan ”Bagaimanakah Kita Bertumbuh?” adalah, orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus mentediakan waktu untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa surgawi. Allah sendiri telah menyempatkan diri-Nya bagi persekutuan ini dmi pertumbuhan rohanu kita. Dalam Ibrani kita baca: Karena kita sekarang mempuntai Imam Besar Agung, yang telah melintasi segala langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita berteguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemaha-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya untuk berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahkta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibranu 4:14-16). Doa penting bagi pertumbuhan orang percaya Melalui doa kita tingkatkan iman dan memperoleh kkuatan untuk taat dan melayani. Ini adalah keharusan yang mutlak dalam kehidupan orang Kristen.

Beribadah ke Gereja Secara Teratur

Syarat lain untuk pertumbuhan rohani adalh bersekutu secara teratur dalam persekutuan orang percaya yang mempercayai Alkitab, mengajarkan kebenara injil, dan memuliakan Kristus. Tak ada yang dapat menggantikan persekutuan dan kebaktian dengan orang Kristen lainnya. Semua yang dilahirkan kembali masuk ke dalam keluarga Allah. Kita memiliki hak untuk memanggil-Nya Bapa surgawi. Kita juga memiliki hubunga baru yang istimewa dengan saudara-saudara seiman lainya karena mereka adalah saudara-saidara kita di dalam Kristus.

Persekutuan yang sangat indah dengan orang-orang yang telah dikuduskan, dapat dirasakan dan dinikmati sepenuhnya di gereja setempat. Itulah tempat yang ditentukan Allah bagu pujian, penyembahan, dan pelayanan bersama

Bersaksi

Langkah penting keempat dalam pertumbuhan rohani adalah bersaksi kepada orang lain melalui teladan dan pengakuan iman. Setelah mengalami kelahuran baru melalui iman dalam Kristus, menerima pengampunan dosa, dan menemukan sukacita dalam pertumbuhan rohani melalui firman, doa, serta persekutuan, Anda harus memiliki kerinduan untuk membangkitakan apa yang Anda dapat dengasn sesama.Anugrah kedewasaan rohani akan Anda dapatkan kjika Anda setia mempelajari firman Allah, menyediakan waktu untuk berdoa kepad-Nya, bersekutu bersama saudara-saqudara dalam Kristus, dan memberitakan anugerah keselamatan-Nya kepada yang tersesat. Tuhan ingin Anda bertumbuh, dan inilah caranya. Anda diberkati Allah ketika ”bertumbuh mulai dari sini”!

Tulis Komentar

Silahkan Berkomentar! No SPAM, No LINK, No URL pada isi komentar atau di Delete. Pilih Name/Url, untuk memasukkan link. Artikel bisa di copy-paste, Pastikan menulis sumber dan penulisnya. Terimakasih.